5 Karakter Mahasiswa Milenial yang Wajib dipahami Dosennya

By On Thursday, March 7th, 2019 Categories : Perkuliahan

Mahasiswa Milenial memiliki karakter unik yang tidak dimiliki oleh mahasiswa-mahasiswa pada masa sebelumnya. Keunikan karakter ini seharusnya dipahami sepenuhnya oleh seluruh dosen agar proses pembelajaran dapat berjalan lancar.

Namun dalam kenyataannya masih ada dosen yang belum paham dengan karakter Mahasiswa Milenial ini. Sehingga proses transfer ilmu ke mahasiswa akan mengalami kendala, seperti mahasiswa merasa kurang nyaman, bosan, dan banyak lagi.

Menurut Wikipedia, Milenial adalah kelompok orang yang lahir antara Tahun 1980-an hingga 2000-an. Generasi ini sering juga dikenal dengan Generasi Y atau Gen Y, sedangkan untuk generasi sebelumnya adalah Generasi X atau Gen X.

Saat ini, generasi yang tengah menjadi mahasiswa adalah Generasi Milenial, dan sebagian besar dosennya adalah Generasi X. Sedangkan perbedaan yang mencolok dari Generasi Milenial ini adalah mereka sudah akrab dengan teknologi seperti penggunaan internet, smartphone dan alat komunikasi lain ini. Sehingga antara Generasi Milenial dengan Generasi X memiliki gap yang cukup kuat. Bagaimana mungkin peroses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik kalau ada gap?

Agar tidak terjadi gap, sangat disarankan bagi seorang dosen untuk mengetahui 5 karakter Mahasiswa Milenial ini.

1. Tidak Bisa Lepas dari Gadget

Kemana mana belum lengkap kalau belum membawa HP, baik ke kampus, warung, main ke kos teman dan bahkan ke toilet sekalipun.
Sangat tepat jika dosen di era milenial selalu mengaitkan peran HP dalam proses pembelajaran. Misalnya untuk mendapatkan materi kuliah, mahasiswa sudah tidak lagi menggandakan dengan di foto copy melainkan sudah dapat di download dengan menggunakan HP atau Smartphone.


2. Lebih Menyukai yang Serba Instan

Mahasiswa milenial lebih mengutamakan hasil daripada proses. Padahal dalam proses pembelajaran yang paling utama adalah proses atau filosofinya.
Jika ingin belajar teknik menggambar, sebaiknya mahasiswa terlebih dahulu berlatih menggambar dengan menggunakan pensil. Setelah itu barulah menggambar dengan software.
Namun kenyataannya, proses semacam itu dipandang oleh mahasiswa sebagai hal yang bertele tele, kenapa tidak langsung menggunakan software gambar semisal Autocard, CAD/CAM, Catia dan lain sebagainya. Disamping hasilnya lebih bagus juga prosesnya lebih cepat.
Padahal yang paling utama adalah filosofinya. Cara menggambar secara manualĀ  merupakan sebuah tataran untuk mengerti filosofi telnik menggambar yang benar.
Bagaimana mungkin bisa menggambar dengan benar kalau teknik dasarnya saja tidak dikuasai.


3. Lebih Menyukai Membaca di Grup Sosmed dari pada di Papan Pengumuman

Berbeda ketika pada masa Generasi X, papan pengumuman merupakan satu-satunya media informasi penting yang wajib dilihat oleh mahasiswa setiap pergi ke kampus. Semua informasi yang berkaitan dengan mahasiswa dipajang di papan yang bertebaran di dinding bangunan kampus.
Namun sekarang mahasiswa lebih menyukai membaca di grup sosmed dati pada di papan pengumuman. Sehingga dosen harus memiliki grup sosmed dengan mahasiswanya agar selalu terjalin komunikasi yang baik.


4. Tidak Lagi Mencari Cari Buku Literatur Ke Perpustakaan PT Lain

Hanya dengan duduk manus di kosnya sambil membuka laptop atau smartphonenya kini mahasiswa sudah bisa mendapatkan segudang buku referensi untuk menyelesaikan tugas akhir atau skripsi. Bahkan buku referensi yang diperolehnya jauh lebih banyak dan terbaru dari pada harus berkunjung ke antar perpustakaan PT lain.


5. Tidak Lagi Membawa Setumpuk Buku Tebal Ke Kampus

Sejak awal zaman milenial buku buku elektronik sudah mulai bermunculan. Sudah seharusnya kalau buku buku konvensional digantikan dengan buku elektronik, selain praktis juga mudah dan cepat ketika dibutuhkan. Selain itu buku elektronik tidak mungkin akan tertinggal di rumah kalau sudah membawa laptop.
Jadi, kini sudah saatnya bagi dosen untuk merombak semua materi kuliahnya termasuk tugas tugas perkuliahan menjadi dokumen elektronik yang siap di download oleh mahasiswa.

Bagi dosen yang lahir masih mendekati Generasi Milenial (Generasi X) mungkin tidak begitu bermasalah. Namun bagi dosen yang lahir jauh sebelum generasi milenial (sebelum generasi X) pasti akan menemui banyak masalah.
Namun itu semua dapat teratasi kalau dosennya mau mengerti karakter mahasiswanya yang berbeda zaman.*

5 Karakter Mahasiswa Milenial yang Wajib dipahami Dosennya | admin | 4.5
Leave a Reply