Cara Mudah Membuat Jurnal Ilmiah

By On Wednesday, February 3rd, 2021 Categories : Karya Ilmiah
Cara membuat jurnal ilmiah
Membuat jurnal ilmiah

Jurnal ilmiah adalah sebuah karya ilmiah berbentuk naskah atau artikel dari hasil penelitian atau kajian ilmiah. Pada umumnya jurnal ilmiah terdiri dari beberapa halaman saja, kira-kira 5 sampai dengan 20 halaman. Akan tetapi isi yang dikandung didalamnya sangat padat dan penuh arti.

Isi tulisan di jurnal ilmiah tidak memuat kata basa-basi atau intermezzo seperti layaknya sebuah buku karangan atau menulis artikel di media massa. Meskipun demikian, waktu yang dibutuhkan untuk membuat satu jurnal ilmiah saja cukup menguras waktu dan tenaga. Bahkan bisa membandingi waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah buku karangan dengan ratusan halaman sekalipun.

INDEKSASI JURNAL ILMIAH

Guna kemudahan sitasi sebuah jurnal, maka setiap jurnal biasanya dipublikasikan di internet dan terideks oleh alat pengindeks jurnal. Dengan begitu, maka semua orang bisa membaca artikel di jurnal tersebut dan menjadikannya sebagai sumber rujukan untuk memproduksi jurnal ilmiah yang baru.

Beberapa alat indeksasi jurnal ilmiah yang popular adalah: Scopus, Web of Science, Google Scholar, Portal Garuda, Sinta, dan lain sebagainya. Setiap alat pengindeks memiliki grate tersendiri menurut kualitas artikel yang diendeksnya.

KLASIFIKASI JURNAL ILMIAH

Menurut proses pembuatannya, jurnal ilmiah dapat diklasifikasikan menjadi 2, yaitu (1) Jurnal ilmiah yang berasal dari hasil penelitian dan (2) Jurnal ilmiah yang berasal dari hasil review beberapa jurnal yang sudah publish.

1. Jurnal Ilmiah dari Hasil Penelitian

Sebelum membuat draft artikel jurnal ilmiah, kalian perlu melakukan penelitian terlebih dahulu untuk mendapatkan data. Dari data tersebut dapat kalian oleh menjadi bahan kajian yang akan kalian tulis pada jurnal yang akan kalian buat.

Hanya bermodalkan hasil penelitian saja sebenarnya tidak cukup untuk membuat sebuah jurnal ilmiah. Kalian perlu mencari referensi dari hasil penelitian orang lain (terdahulu) yang sejenis. Data penelitian terdahulu tersebut dapat kalian jadikan data pembanding yang bisa kalian jadikan pembahasan di jurnal ilmiah yang kalian buat.

2. Jurnal Ilmiah dari Hasil Review Beberapa Jurnal

Apabila kalian tidak memiliki data hasil pengujian sendiri karena tidak melakukan penelitian, kalian masih bisa membuat sebuah jurnal ilmiah dari merangkum beberapa jurnal ilmiah milik orang lain. Jadi review jurnal ini tidak hanya berlaku untuk jurnal ilmiah milik diri sendiri. Jurnal yang dijadikan review ini tentu berjumlah cukup banyak, bisa sampai ratusan jurnal ilmiah yang diditasi guna menghasilkan satu artikel jurnal ilmiah saja.

MANFAAT JURNAL ILMIAH

Bagi seorang ilmuwan, seperti mahasiswa, guru, dosen dan peneliti sangat membutuhkan jurnal ilmiah guna mengembangkan keilmuwannya.

Seorang mahasiswa diwajibkan untuk membuat jurnal ilmiah untuk memenuhi syarat kelulusannya. Bagi seorang guru berguna untuk meningkatkan jenjang kepangkatan.

Lain lagi bagi seorang dosen dan peneliti. Mereka sangat mengutamakan hasil karya ilmiah ini guna meningkatkan kualitas keilmuwannya.  Selain itu, juga berguna untuk mendapatkan pendanaan hibah penelitian dari pemerintah dan swasta.

CARA MEMBUAT JURNAL ILMIAH

Sebuah jurnal ilmiah hanya bisa dibuat melalui proses yang cukup panjang dan sistematis. Beberapa proses yang perlu dilakukan bagi seorang ilmuwan untuk menghasilkan satu jurnal ilmiah adalah sebagai berikut:

1. Study Literatur

Langkah paling awal membuat jurnal ilmiah adalah study literatur. Sebuah jurnal ilmiah merupakan pengembangan ilmu dari ilmu sebelumnya. Jadi, studi leteratur ini sifatnya adalah wajib. Dengan mencermati hasil penelitian terdahulu, kalian akan menemukan bagian mana yang belum pernah dilakukan penelitian orang lain. Ingat, jurnal ilmiah bukanlah hasil pengulangan dari penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh orang lain.

2. Menemukan Gap Penelitian

Setelah mengumpulkan data dari studi leteratur, kalian barulah bisa menemukan kira-kira hal mana yang belum pernah dibahas di jurnal ilmiah tersebut. Dari situlah sebenarnya kalian baru bisa memulai menentukan topik penelitian.

3. Merumuskan Ide Penelitian

Begitu gap penelitian sudah kalian temukan, kini saatnya kalian sudah bisa memulai merumuskan ide penelitian. Kalian bisa mengembangkan dan mencari solusi dari topik penelitian yang sudah kalian tentukan tadi.

4. Membuat Hipotesa

Supaya dapat dibuktikan secara ilmiah, ide penelitian yang sudah kalian rancang perlu dihubungkan dengan ilmu dasarnya. Dari situlah kalian akan menemukan hipotesa / hipotesis atau dugaan sementara. Hipotesa ini sangat berguna sebagai acuan dalam analisis atau pembahasan hasil penelitian.

5. Merancang Penelitian

Setelah terpenuhi semua dari poin 1 sampai 4 maka kalian sudah bisa membuat rancangan penelitian. rancangan penelitian ini dapat kalian buat dalam bentuk proposal atau usulan penelitian jika kalian menghendaki mendapatkan sumber pendanaan penelitian dari instansi penyandang dana. Instantasi penyandang dana ini bisa dari pihak pemerintah maupun swasta.

6. Melakukan Penelitian

Sebelum dinyatakan lolos dan mendapatkan pendanaan penelitian, proposal yang kalian ajukan akan dilakukan review terlebih dahulu. Setelah dinyatakan OKE, kalian bisa memulai melakukan penelitian menurut proposal yang kalian ajukan.

7. Menganalisis Hasil Penelitian

Hasil penelitian bukanlah sebuah data dalam bentuk grafik dan tabel saja. Satu hal yang sangat penting dan harus ada di setiap hasil penelitian adalah analisis hasil penelitian. Bahkan kualitas penelitian kalian dinilai dari kejelian kalian dalam mengulas hasil penelitian ini. Analisis hasil penelitian yang baik adalah yang mengaitkan hasil penelitian sendiri dengan penelitian orang lain. Kalian bisa membandingkan hasil penelitian kalian dengan milik orang lain.

Kalian tak perlu khawatir dengan hasil penelitian kalian. Kalau ternyata hasilnya lebih jelek dari pada penelitian orang lainpun juga tidak masalah. Hasil penelitian itu tidak harus lebih baik dari sebelumnya. Pada dasarnya penelitian itu adalah pengumpulan data. Terserah, apakah data itu memberikan efek positif atau negatif. Yang lebih diutamakan dari hasil penelitian adalah prosesnya.

8. Menulis Draft Artikel Ilmiah

Hasil penelitian yang sudah kalian analisi dapat kalian split menjadi beberapa artikel ilmiah menurut segi permasalahannya. Selanjutnya kalian bisa menuliskan dalam bentuk draft atau manuscript jurnal ilmiah.

9. Mensubmit Artikel Ilmiah ke Jurnal Ilmiah

Manuscript jurnal ilmiah yang sudah jadi dapat kalian submit ke jurnal yang kalian targetkan.

10. Menunggu Revisi dari Editor dan Reviewer Jurnal

Pada umumnya begitu submit tidak langsung bisa publish, melainkan harus melalui proses review oleh editor dan reviewer jurnal terlebih dahulu.

11. Publikasi Artikel Ilmiah

Proses revisi ini bisa memakan waktu yang cukup lama tergantung dari masing-masing jurnal. Namun biasanya kalau jurnal sudah bereputasi yang terindeks di Web of Science atau Scopus bisa-bisa memakan waktu setengah tahun hingga 2 tahun baru publish.

PENUTUP

Itulah cara mudah membuat jurnal ilmiah yang baik dan benar yang dapat kalian jadikan acuan. Perlu kalian ketahui bahwa setiap publisher jurnal memiliki karakteristik yang berlainan. Jadi, sebelum kalian mensubmit artikel ilmiah, pahami terlebih dahulu publisher yang kalian bidik. Apabila kalian belum tahu jurnal mana yang akana kalian bidik, kalian bisa mencarinya di SCIMAGOJR.*

Cara Mudah Membuat Jurnal Ilmiah | admin | 4.5
Leave a Reply